Proses Pengelohana GaramTradisional di Sukon

Hallo sahabat steemian…apakabar..??

Garam adalah komoditi yang paling penting dalam kehidupan umat manusia. Coba sahabat bayangkan kalau jika tidak ada garam akan terasa hambar kehidupan ini. Garam bukan hanya barang konsumsi, garam juga digunakan pada industri seperti industri pengelohan kulit dan lain – lain. Ada berbagai cara pengelohan garam di negeri kita ini salah satunya pengelohan garam secara tradisional yang terdapat di desa Sukon, kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Aceh.

Petani garam sedang mempersiapkan lokasi penggaraman di Gampong Sukon.

Lahan untuk pembuatan garam secara tradisional biasanya berbentuk petak – petak sehingga air laut dapat mengalir dan meresap ke dalam pasir yang sudah digemburkan. Proses ini sangatlah sederhana dengan cara menguapkan air laut sehingga mineral – mineral yang ada di dalamnya mengendap. Endapan – endapan air laut tersebut di masukkan ke dalam penampungan selanjut dimasak.

 

Menunggu proses selanjutnya.

Memasak air laut menjadi garam membutuhkan waktu yang relatif lama, menurut hasil wawancara saya dengan petani garam di desa Sukon, membutuhkan waktu kurang lebih enam jam bahkan lebih.

Proses memasak garam.

Cukup sekian postingan saya pada kesempatan ini semoga sahabat menyukainya.

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, tradisi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *