Tambo Alat Komunikasi dan Informasi Tradisional Masyarakat Aceh

Hallo sahabat steemian..pernahkan sahabat mendengar nama bedug atau dalam bahasa Aceh di sebut tambo..? atau para sahabat pernah melihat di tempat para sahabat tinggal.

Karena pada masa dahulu tidak memiliki alat – alat komunikasi seperti sekarang ini. Mereka yang hidup pada zaman dahulu menggunakan bedug /tambo sebagai alat komunikasi. Meski bentuknya sangat sederhana  bedug/ tambo  mempunyai daya jangkau an yang sangat luas.

Tambo atau bedug biasanya di letakkan di menasah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang waktu sholat, tentang jadwal buka puasa saat bulan ramadhan, kematian, gotong royong dan sebagainya. Pemberitahuan itu biasanya berdasarkan ketukkan, misalnya ada orang yang meninggal berarti sembilan kali ketukan. Masyarakat pun sudah tau kegiatan apa yang akan di lakukan jika mendengar berdasarkan ketukan tambo tersebut.

Pembuatan sebuah tambo/ bedug masyarakat membuatnya secara bersama – sama. Bahan pembuatannya biasanya menggunakan ijuk/ pohon aren sebagai badan tambo/ bedug yang dilubangi dan sebagai tempat pukulnya digunakan kuli lembu/ sapi.

Seiring perkembangan jaman tambo/ bedug sudah mulai di tinggalkan masyarakat, hanya di gunakan pada acara – acara keagamaan seperti takbir keliling, dan juga pada kegiatan – kegiatan resmi pemerintahan seperti pembukaan tentang acara seremonial suatu kegiatan. Sekarang ini tambo/ bedug kadang – kadang hanya menjadi barang pajangan di kantor – kantor pemerintah, mesium dan menasah – menasah.

Cukup sekian semoga para sahabat menyukainya..

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, budaya, tradisi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *