Turunya Gajah ke Pemukiman Penduduk Cermin Kerusakkan Alam

Para sahabat tentunnya pernah mendengar atau membaca di media – media online tentang kasus – kasus turunnya satwa – satwa liar kepemukiman penduduk, misalnya kasus yang sering terjadi adalah gajah. Salah satu contoh misalnya gajah liar masuk ke kebun warga di kecamatan Mane dan Keumala. Satwa besar tersebut merusak kebun warga yang didalamnya ditanami tanaman produktif seperti kacang tanah, padi, pinang serta tanaman bernialai ekonomis lainnya.

Source..Kawanan gajah liar merusak tananman padi di Cot Sutui, Keumala, Pidie

Kasus satwa liar turun ke pemukiman warga serta merusak tanaman produksi masyarakat setiap tahun terjadi di Aceh menjadi catatan kelam kesinambungan hidup manusia dengan alam. Turunnya satwa liar ke kebun – kebun warga tidak lepas dari rusaknya habitat satwa liar dan juga tidak lepas dari ulah tangan manusia sendiri. Banyaknya lahan yang beralih fungsi menjadi biang keladi kerusakkan alam dan habitat satwa liar. Yang menjadi pertanyaan bagaiman caranya menghindari gesekkan antara satwa liar yang semestinya dilindungi dengan manusi dan bagaimana caranya mengembalikan ekosistem yang sudah terlanjur rusak..?

Sorce..Pemandangan sisa pembakaran hutan di Kawasan Ekosistem Leuser..

Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk dapat mencegah terjadinya satwa – satwa turun kepemukiman warga dengan cara pencegahan supaya wilayah hutan lindung tidak di konversi, yang kedua bagaimana cara merestorasi hutan yang sudah di konversi atau sudah rusak.

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, animal. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *