Berlaku Adil Terhadap Alam

Pada dasarnya sikap kita terhadap alam sangat menentukan bagaimana sikap alam kepada kita. Kita dengan alam sebanarnya terikat dengan hubungan  yang besifat simboisis mutualisme. Dimana kita sebagai manusia sangat membutuhkan alam untuk keberlangsungan hidupnya. Demikian juga sebaliknya alam juga membutuhkan manusia untuk menjadi pemakmurnya.

Document Mapala JE Unigha 2012

Hubungan simbiosis mutualisme yang seharusnya menguntungan kedua belah pihak, sepertinya tidak berlaku pada alam. Alam tidak merasa termakmurkan oleh manusia. Jika memang alam termakmurkan oleh manusia, tidak mungkin alam memberontak. Faktanya manusia telah melanggar hubungan simbiosis mutualisme.

Kita sebagai khalifah di bumi ini, ada nilai etika yang harus dimiliki setiap manusis yaitu berbuat adil. Sikap adil tidak terbatas hanya pada hubungan manusia dengan sesama, akan tetapi juga dengan alam. Jangan kita berpegang pada mitos Yunani kuno yang memposisikan alam sebagai musuh yang harus ditaklukan. Kita harus menyatu serta mengakui keberadaan alam dan tentu saja harus mememlihara kelestariannya.

Document Mapala JE Unigha 2010

Bunga – bunga bermekaran, tanaman hijau tumbuh subur, daun – daun berjatuhan, binatang berjalan kesana kemari membuat alam dunia tidak pernah sepi dan semua itu untuk kita sebagai makhluk berakal. Selayaknya kita hidup berdampingan dengan alam lingkungannya dan kita patut berbuat adil terhadap alam. Lestarikan alamu, lestarikan hidupmu, janganlah merusak alam sebagaiman orang – orang yang tidak bertanggung jawab merusak alam. Janganlah menebang hutan sembarangan hanya untuk memuakan nafsu perut kita. Janganlah membakar hutan dengan sengaja hanya untuk kekuasaan dan kepentingan pribadi dan juga kelompok. Mendakilah gunung tanpa harus membuang sampah sembarangan. Nikmatilah pantai, laut, danau, gunung dan alam tanpa harus merusak dan membuatnya kotor. Kalau seandainya tidak bisa merawat dan melestarikan alam, janganlah merusak dan mengotorinya. Itulah berbuat adil kita manusia kepada alam dan lingkungannya.

Tulisan ini dipublikasikan di adventure, Lingkungan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *