Gajah Sumatra Kembali Mati di Aceh Timur

Dilansir klikkabar.com seekor gajah sumatra kembali mati di pedalaman Aceh Timur, Provinsi Aceh, tepatnya di Cek Eumbon, Kecamatan Peureulak pada hari Kamis 9 Agustus 2018. Gajah yang berjenis kelamin jantan ini ditemukan mati dalam kawasan HGU perusahaan yang di kelola oleh warga.

Sumber gambar

Kondisi gajah saat ditemukan masih memiliki gading yang utuh. pemburu biasanya mengambil gading untuk di jual. Balalai gajah mati tersebut terdapat luka bakar pada gading, di duga karena kesetrum pagar kawat listrik yang dipasang oleh warga.

Populasi gajah sumatra yang memiliki nama latin Elephas Maximus Sumatranus di Aceh semakin berkurang selama kurun 10 thaun terakhir. Satwa ini turun ke perkebunan atau pemukiman warga disebabkan oleh berkurangnya hutan lindung yang beralih fungsi. Sebagai besar hutan lindung dijadikan lahan perkebunan sawit oleh warga.

Dengan banyaknya gajah yang mati selama ini menunjukkan betapa malangnya nasib satwa ini yang seakan – akan sudah tidak memiliki rumah lagi di tanah kelahirannya sendiri. Nasib gajah sumatra memang sangatlah malang, selain mati oleh sebab diatas mereka juga memiliki gading yang sangat berharga. Dengan mahalnya harga dari gading gajah membuat puluhan gajah sumatra merenggang nyawanya di tangan para pemburu yang menginginkan gading mereka.

Semakin menurunnya jumlah populasi gajah sumatra yang disebabkan oleh berbagai hal akan sangat kita takutkan bila tidak ada gerak cepat dari pemerintah melalui dinas terkait untuk menjaga kelestarian gajah sumatra dan tempat tinggalnya maka populasi gajah sumatra akan punah.

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, animal, Lingkungan, writing dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *