Ziarah Makam Tu Ulee Glee Glumpang Baroe Pidie, Aceh

Sudah hal yang sangat lumrah pada hari 17 Agustus selain mengikuti upacara 17 belasan, sebagian orang menyempatkan diri untuk ziarah ke makam pahlawan, pembela tanah air Indonesia. Tanggal 17 Agustus kemaren aku bersama satu orang kawanku menziarah makam Tu Ulee Glee di desa Blang Baroh, Kecamatan Glumpang Baroe, Kabupaten Pidie, Aceh.

Ada tiga makam yang terdapat dalam komplek Tu Ulee Glee. Makam Tu Ulee Glee, makam Teuku Nyak Raja Imum Lueng Bata dan pengawal Tu Ulee Glee. Nama Tu Ulee Glee sebanrnya adalah Tuengku Hanafiah, karena beliau berasal dari Ulee Glee makanya masayarakat memanggilnya dengan sebutan Tu Ulee Glee, ada juga yang memanggil beliau dengan sebutan Tu Hanafiah.

Menurut warga yang tinggal berdekatan dengan komplek makam Tu Ulee Glee. Tu Hanafiah meninggal ketikan beliau melakukan penyerangan terhadap benteng Portugis sekitar tahun 1521 yang berada di kawasan Pante Raja. Tu Ulee Glee gugur dalam perang melawan bangsa Portugis dan jenazahnya di bawa pulang oleh kuda miliknya sendiri ke Glumpang Payoeng. Hingga sampai sekarang makam Tu Ulee Glee masih di jaga oleh warga yang menetap di daerah tersebut.

Di dalam komplek Tu Ulee Glee adanya makam Teuku Nyak Imum Lueng Bata. Lalu siapakah Teuku Nyak Imum Lueng Bata tersebut..?? Hasil bincang – bincang saya dengan warga sekitar komplek makam, Teuku Nyak Raja Imum Lueng Bata merupakan penembak Jenderal Kohler saat pertempuran antara Aceh dengan Belanda. Kala itu Belanda ingin merebut Mesjid Raya sekarang Mesjid Baiturrahman. Saat pertempuran itulah Jendral Kohler tewas di tangan Teuku Nyak Raja Imum Lueng Bata.

Komplek makam ini terlihat kurang kepedulian dari pihak pemerintah, telihat dari banyaknya rumput dan tumbuhan liar yang tumbuh di areal makam, hanya warga sekitar sesekali membersihkannya, itupun di lakukan jika semak – semak sudah benar – benara menutupi makam. Walaupun sudah ada pagar, itupun berupa kawat berduri yang sudah berkarat, tutur warga.

Jika sahabat ingin memziarahi makam Tu Ulee Glee dan Teuku Nyak Raja Imum Lueng Bata, jaraknya hanya kurang lebih 8 km dari jalan nasional Banda Aceh – Medan.

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, budaya, Lingkungan, travel, wisata dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *