Menggali Sejarah Aceh di Museum Aceh, Banda Aceh, Indonesia

Datang ke Banda Aceh saya tidak pernah melewatkan untuk mengunjungi Museum Aceh. Jika para sahabat termasuk pecinta sejarah, Museum Aceh adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan saat singgah di Banda Aceh. Museum Aceh terletak di jalan Alaudin Mahmud Syah.

Museum Aceh menyimpan pernak pernik peninggalan sejarah Aceh, salah satunya adalah rumah adat Aceh. Untuk masuk ke dalam rumah adat cukup membayar tiket Rp.1.500 yang telah di sediakan oleh pengelola museum. Di dalam rumah adat Aceh terdapat berbagai perlengkapan sehari – hari yang di gunakan masyarakat Aceh tempo dulu.

Disini pengunjung dapat melihat berbagai peralatan dapur yang sering di gunakan masyarakat Aceh seperti piring, gelas, perlatan dapur, peralatan pertanian dan lain – lain.Di museum yang didirikan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda ini pada tahun 1915 juga tersimpan manuskrip kuno, dokumentasi photo sejarah perkembangan Mesjid kebanggan masyarakat Aceh Baiturrahman.

Koleksi yang paling populer di museum Aceh ini berupa lonceng Cakra Donya, yang letaknya pas di pintu masuk museum Aceh.Didalam komplek museum Aceh ini juga tersimpan berbagai peralatan tempur masa perang merebut kemerdekaan. Peralatan tempur itu berupa meriam, meriam kodok dan berbagai peralatan tempur lainnya yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu.

Di dalam komplek Museum juga terdapa makam Kandang Meuh, di mana di dalam makam tersebut di makamkan raja dan keluarga raja yang memerintahkan kerajaan Aceh. Selain makan Kandang Meuh juga disini di makamkan Sultan Iskandar Muda.

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, budaya, Indonesia, sejarah, travel, wisata dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *