Pendakian Gunung Leuhob Tangse, Indonesia

Gunung Leuhob terletak di Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh, memiliki ketinggian 1.986 Mdpl. Gunung yang di kelilingi hutan yang sangat lebat serta habitat harimau sumatra dan gajah sumatra. Gunung ini meliki kekayaan yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat kita temui mulai dari dataran rendah hingga pada ketinggian gunung tersebut.

Gunung Leuhob, tidak hanya untuk kita nikmati panorama alam yang sangat indah, namum juga sangat cocok untuk melakukan penelitian serta pendidikan. Untuk memiliki pendakian ke puncak gunung Leuhob melalui desa Blang Pandak dan dapat menghabiskan waktu selama dua hari pendakian. Saya katakan dua hari karena tim kami mengahabiskan waktu 2 hari pendakian.

Gunung Leuhob termasuk kategori hutan lindung, dimana kawasan hutannya harus di lindungi bagi kemaslahatan masyarakat Tangse pada umumnya dan masyarakat Blang Pandak pada khususnya. Hutan di gunung Leuhob termasuk hutan tropis, dengan flora baik kecil maupun besar sangat banyak. Dengan banyak flora sangat mendukung serta menunjang keanekaragaman fauna yang hidup di gunung Leuhob tersebut.

Kondisi hutan di gunung Leuhob yang masih sangat lebat dengan pepohonan juga membuat kadar air di hutan gunung Leuhob sangat besar, hal ini dengan adanya delapan hulu sungai sungai dan alur yang mengalir dari gunung tersebut

Gunung Leuhob juga memiliki curah hujan yang sang tinggi, hal ini dibuktikan saat kami melakukan ekspedisi ke gunung tersebut, dimana hujan tak henti turun. Curah hujan yang tinggi membuat kawasan gunung tersebut banyak terdapat genangan air.

Jenis flora yang tumbuh di kawasan gunung Leuhob seperti meranti, bran, damar, pinus, rotan kantong semar dan lain – lain

Gunung Leuhob juga memiliki puncak dengan ketinggian 1.986 Mdpl, akan tetapi gunung tersebut tidak ada tugu triangulasi seperti gunung – gunung yang lain. Butuh waktu dua hari pendakian untuk menuju puncak gunung Leuhob

Inilah informasi tentang gunung Leuhob untuk saat ini, untuk informasi lebih mendetail Insya Allah kami akan melakukan ekspedisi lagi ke gunung tersebut untuk pendataan selanjutnya.

Tulisan ini dipublikasikan di aceh, adventure, Indonesia, Lingkungan, travel, wisata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *